Kontribusi yang akan
saya berikan untuk indonesia
Namaku
Rovida Amalia Mazid, orang-orang biasa memanggilku Ovi, usia ku saat ini
menginjak 20 tahun, aku anak ke Dua dari Tiga bersaudara, kaka ku yang pertama
laki-laki, statusnya sebagai mahasiswa semester akhir, dan adik ku yang kecil
saat ini berusia 6 tahun, aku adalah adalah salah satu mahasiswa yang kuliah di
salah satu Universitas Negeri di Ibu Kota yaitu Universitas Negeri Jakarta,
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, yang menduduki tingkat semester 5,
aktivitasku sehari-hari sebagai seorang mahasiwa yaitu, kuliah, belajar,
berdiskusi, membaca buju, menulis, mengikuti kegiatan organisasi (rapat),
berjualan, mengikuti kajian-kajian mahasiswa, serta menjalankan 3 peran
mahasiswa yaitu sebagai Agent Of Change, Iron Stock, Social Control.
Kontribusi
yang akan saya berikan untuk indonesia, karena saya berasal dari latar belakang
pendidikan yang nantinya di cetak sebagai seorang pendidik (guru) ingin
mewujudkan masyarakat indonesia cerdas, cakap dalam menghadapi tantangan masa
depan, karena realitanya masih banyak sekali masyarakat indonesia yang masih
sangat amat banyak tidak merasakan nikmatnya pendidikan, khususnya di
daerah-daerah yang tertinggal, bahkan di kota-kota besar sekalipun masih banyak
masyarakat yang minimnya merasakan pendidikan, pernah suatu ketika saya
penelitian disalah satu kota depok, ada sebuah sekolah yang didirikan oleh
mantan anak jalanan, sekolah tersebut adalah wujud penyelamatan anak-anak
jalanan atau bisa disebut kaum marjinal, tetapi rencananya tempat tersebut
ingin di gusur karena ada salah satu proyek pembangunan apartemen di
pinggir-pinggir sekolah tersebut, karena pada hakikatnya manusia harus memiliki
ilmu karena pemilik ilmu hidupnya mulia walau ia dilahirkan dari orang tua
terhina sekalipun. Ia terus menerus terangkat hingga pada derajat tinggi dan
mulia. Umat manusia mengikutinya dalam setiap keadaan laksana pengembala
kambing ke sana sini diikuti hewan peliharaan. Jikalau tanpa ilmu umat manusia
tidak akan merasa bahagia. Diantara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah
semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya. Siapa yang mengemban ilmu
kemudia ia titipkan kepada orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia
akan mendzoliminya.
Gurulah
adalah mata air yang mengalirkan deras pengetahuan, meluncur pasti menuju
muara-muara pemikiran murid, lalu selang beberapa waktu aliran ilmu itu menjadi
kenyataan. Gurulah yang membentuk karakter. Gurulah yang membangkitkan bara
kegemilangan bangsa.
Selain
itu program pemerintah dalam menyelenggarakan SM3T (Sarjana Mengajar di daerah
Terdepan, Terluar, Tertinggal) sangat bagus untuk seorang pendidik mengabdi
untuk mengabdi, sarjana pendidik ada yang di tempatkan di daerah raja ampat,
papua, aceh, maluku dan sebagainya yang sangat minimnya pendidikan, banyak hal
positif yang di dapatkan dari program ini, tidaak hanya membantu mengatasi
permasalahan pemerintah tetapi juga memberikan bekal peserta program sebagai
calon guru. Seperti, penguasaan materi pembelajaran, pemahaman permasalahan
pendidikan, kemampuan bertahan hidup di alam, adaptasi sosial masyarakat.
Baituzzakah oertamina, beasiswa bazma 2016, scholarsip baituzzakah pertamina